DIY Butuh Anggaran Tambahan Rp 400 Miliar untuk Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Ilustrasi: penyaluran bantuan langsung tunai bagi warga miskin di wilayah Sleman (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan, pengentasan kemiskinan ekstrem harus menjadi prioritas bagi Pemda DIY. Mengingat, warga miskin yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya karena berusia lanjut, difabel berat, atau pun sakit terus-menerus menjadi tanggung-jawab negara untuk mencukupi kebutuhannya, sebagaimana diamanatkan dalam pasal 34 ayat 1 UUD 1945.

“Skema bantuan yang ada saat ini sudah cukup baik dan membantu, tapi dari sisi jumlahnya belum mampu mengentaskan dari garis kemiskinan,” anggap Huda dalam siaran pers yang diterima kabarkota.com, Selasa (21/6/2022).

Pihaknya mencontohkan, Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) sembako dengan besaran Rp.200 ribu belum mampu mengentaskan warga miskin ekstrem karena mereka memerlukan Rp 483 ribu per bulan. Bahkan jika digabung dengan bantuan lain pun belum mencapai angkat tersebut.

Menurutnya, jumlah warga miskin di DIY saat ini sekitar 475 ribu jiwa atau 11.9 persen. Dari jumlah tersebutm jumlah warga miskin kategori ekstrem sekitar 4 persen atau 160 ribuan orang. Kondisi mereka mayoritas harus dientaskan melalui skema bantuan karena kesulitan bekerja atau hidup mandiri, seperti para lansia yang sakit, dan penyandang disabilitas berat.

Sementara alokasi anggaran kemiskinan 2021 dari pemda DIY sebesar Rp 273,7 Miliar, dan menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,89 persen.

“Perhitungan yang kami simulasikan, diperlukan anggaran tambahan sekitar Rp 400 milyar setahun untuk menangani kemiskinan ekstrem ini,” tegasnya.

Anggaran tersebut, lanjut Huda, khusus digunakan untuk menambahkan bantuan kebutuhan pokok pada warga miskin ekstrem yang tidak mungkin lagi bekerja dan berpenghasilan. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar Pemda DIY berkoordinasi dengan Pemkab/Pemkot untuk berbagi beban menyelesaikan kewajiban tersebut.

“Harapannya, jika warga miskin ektrem dibantu kebutuhan pokoknya hingga keluar dari garis kemiskinan, maka akan bisa menurunkan angka kemiskinan sekitar 4 persen lagi,” ucapnya. (Ed-01)